“Kadang-kadang terlalu pahit menelan kehidupan, namun sering kita lupa kepahitan itulah tarbiahNYA untuk kita, andai kepahitan itu tanda kasihNYA kitalah insan yang paling bersyukur”
Pagi itu damai sekali, cahaya di ufuk timur bersinar indah sekali. Qila merenung ke kaki langit dengan penuh rasa kesyukuran dari sudut jendela. Dari dasar hatinya berbenih kesayuan menyaksikan kebesaran Illahi,.
No comments:
Post a Comment